Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Serangkaian daun mangga

Serangkaian daun mangga        Detik menanti menunggu sang rembulan untuk bersemayam menuju peraduan tempat persinggahannya. Perlahan hilang ditelan masa yang tak urung tiba menjemputnya. Tahukah bahwa tak ada yang lebih istimewa dari daun mangga. Harumnya pun semerbak tak berani untuk menhirup dengan dua lubang hidung yang sama. Tak kuasa aku memetik salah satu daun yang hampir layu. Dengan tergesa aku segera menggerakkan tanganku untuk menyentuh daun itu. Ku raba dan ku pejamkan mataku, ada yang terasa aneh saat fikiranku terbang bebas melewati cakrawala. Ingin ku diam tapi tak tahan untuk membuka mulutku untuk berbicara. Rongga gigiku gemetar merasakan suasana kelembutan daun yang sangat lunglai. Bagaimana bisa daun itu mempertahankan hidupnya hanya sekedar untuk menempel di ranting pada satu pohon. Sampai waktu menyuruhnya untuk segera pulang dan satu per satu pohon mangga itu menggugurkan daun yang kering kerontang. Warna coklat dan keriput seperti umur manusi...