Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Resensi Buku Smart Trust Public Speaking

Judul Buku : Smart Trust Public Speaking, Solusi 34 MagicPlus dalam Berpidato dan Presentasi Pengarang : Irwani Pane Penerbit : Prenada, Prenadamedia Group Tahun Terbit : 2013 Tebal Halaman : 190 Halaman Sinopsis Buku : Buku Smart Trust Public Speaking ini mengulas tentang bagaimana cara presentasi melalui public speaking dengan baik dan benar. Bagi Anda yang mempunyai sifat grogi, gugup dan panas dingin ketika berbicara di depan khalayak umum, buku ini sangat membantu Anda untuk tampil lebih percaya diri. Buku ini mempelajari cara public speaking mulai dari penampilan, suara vocal, ekspresi wajah dan lain-lain. Berbicara memang sangat penting untuk menjalin interaksi. Melalui komunikasi semua akan menjadi harmoni. Public speaking akan membuat diri Anda menjadi orang yang sukses. Indonesia mempunyai I.r Soekarno yang merupakan presiden pertama Indonesia. Beliau menjadi sukses karena terkenal public speaking dalam pidatonya. Beliau saat menyampaikan pidato sangat menggebu-gebu da...

Resensi Novel Ketika Cinta Bertasbih

Resensi Novel Ketika Cinta Bertasbih 1.Identitas Buku a. Judul : Ketika Cinta Bertasbih b. Penulis : Habiburrahman El Shirazy c. Penerbit : Republika-Basmalah d. Tahun terbitan : 2007 e. Tebal : 477 halaman f. Harga : Rp. 69.000,- 2. Sinopsis Novel ini menceritakan tiga sosok anak muda yang sedang menuntut ilmu disebuah perguruan Tinggi, Yaitu Universitas Al-Azhar Di Cairo, yang didalam perjalanan menuntut ilmu itu mereka banyak menghadapi konflik, khususnya didalam mencari jodoh, mereka adalah : Anna Altafunnisa, Khairul Azzam, dan Furqan Andi Hasan, serta banyak peran pendukungnya lainnya. Anna Altafunnisa adalah anak dari seorang kiai ternama disebuah pesantren termahsyur di Desa Wangen yakni, Kiai Lutfi. Ia tumbuh dan besar dengan akhlak dan budi pekerti yang baik, ditambah lagi dengan paras yang cantik dan menawan, sehingga banyak mahasiswa Al- Azhar yang suka dan menaruh perhatian padanya termasuk diantara mereka Azzam dan Fuqran, serta laki-laki yang kenal dengan Anna...

Pulang

Pulang Lembayung angin membisik sukma Sayang raganya tak ada lagi di sana Aku ingin menyerah, namun Salahkah bila aku berhenti melangkah? Untuk apa!!! Hidup hanya menuai kesalahan Tambah terasing di keramaian Menjulur dan melebur menjadi kenangan Tersedu-sedu sepanjang malam Ingat akan cobaan yang tertanam Melalui nyanyian sunyi yang temaram Aku hidup bersama serpihan batu pualam Aku sempat berharap, Lebih baik langit runtuh saja Menenggelamkan seluruh isi dunia Mengenyahkan puing-puing bangunan cakrawala Sekarang dan hari esok akan sama saja Tetap berjalan seperti udara Tuhan, jika alur dunia yang fana Perlahan-lahan masih sama Kembalikanlah aku ke Peraduan-Mu Aku ingin Pulang, Pulang, dan Pulang Lalu, semuanya akan hilang Yogyakarta, 11 Agustus 2018

Sekeras inikah hidup?

Sekeras Inikah Hidup? Ruang detik tak mampu berbicara Menunggu serpihan udara melambai melewati kaca Beradu suara membentuk nada Melankolis namanya Terdistorsi merasuk sukma Melawan realita dalam keadaan fana Banting tulang menjadi makanan kesehariannya Peluh keringat simbol kerjanya Rela pergi esok hari mengukir rupiah lewat tangan mungilnya Anak menjadi tumpuan masa depan Membangun seenggok harapan Melalui jenjang pendidikan, menuai hasil impian Apakah ini yang disebut kehidupan? Sekeras batu karang tanpa ketajaman Terasing dalam kesemuan dan keraguan Ragu melangkah salah tujuan Meniti masalah membuai keanehan Mencaci diri sendiri menyesali keabadian Letih nafasnya bukti tanggung jawab kepada insan Tak kuasa melihat keperihatinan Sungguh, inikah hidup di atas daratan Berjuang mati-matian bekerja demi mempertahankan kehidupan Melawan keegoisan yang terkadang membuat lupa akan kenyataan