Langsung ke konten utama

Resensi Buku Smart Trust Public Speaking

Judul Buku : Smart Trust Public Speaking, Solusi 34 MagicPlus dalam Berpidato dan Presentasi
Pengarang : Irwani Pane
Penerbit : Prenada, Prenadamedia Group
Tahun Terbit : 2013
Tebal Halaman : 190 Halaman
Sinopsis Buku :

Buku Smart Trust Public Speaking ini mengulas tentang bagaimana cara presentasi melalui public speaking dengan baik dan benar. Bagi Anda yang mempunyai sifat grogi, gugup dan panas dingin ketika berbicara di depan khalayak umum, buku ini sangat membantu Anda untuk tampil lebih percaya diri. Buku ini mempelajari cara public speaking mulai dari penampilan, suara vocal, ekspresi wajah dan lain-lain. Berbicara memang sangat penting untuk menjalin interaksi. Melalui komunikasi semua akan menjadi harmoni. Public speaking akan membuat diri Anda menjadi orang yang sukses. Indonesia mempunyai I.r Soekarno yang merupakan presiden pertama Indonesia. Beliau menjadi sukses karena terkenal public speaking dalam pidatonya. Beliau saat menyampaikan pidato sangat menggebu-gebu dan mampu menggairahkan semangat pendengarnya. Juga kata-kata yang indah selalu di selipkan dalam pidatonya I.r Soekarno. Berbicara di depan khalayak umum memang sangat susah bagi pemula. Tetapi, jika terbiasa maka akan bisa. Bukankah orang yang biasa public speaking karena terbiasa?. Orang –orang hebat di dunia tak lepas dari kemampuan public speaking. Public speaking di mulai dengan hal yang kecil seperti berani menyampaikan pendapat di depan forum diskusi atau mempresentasikan karya yang kita buat
Public speaking tidak hanya sekedar berbicara seenaknya, tetapi harus ada teknik untuk menunjang agar presentasi yang di sajikan menjadi menarik dan dapat dipahami oleh audiens. Ada beberapa hal yang harus dipahami ketika akan presentasi. Cara berdiri seseorang. Usahakan dalam memaparkan presentasi cara berdiri tegak dan wibawa. Karena cara seperti itu mampu di segani banyak orang. Cara berjalan juga mempengaruhi presentasi. Berjalanlah pelan namun pasti untuk menarik perhatian audiens. Penampilan juga mempengaruhi apakah presentasi akan berjalan lancar atau tidak. Pilihlah penampilan yang sesuai dengan acara. Misalnya,dalam acara formal maka seharusnya memakai pakaian formal dan bawahan juga formal misalnya menggunakan sepatu. Warna baju juga harus dipahami. Karena kebanyakan orang menggunakan warna baju yang tak selaras dengan suasana. Misalnya, siang hari menggunakan baju yang warna cerah ketika malam hari menggunakan baju yang warna gelap. Karena hal sekecil apapun dari penampilan akan dinilai oleh audiens.
Ekspresi yang mumpuni akan menunjang keberhasilan seseorang dalam menyampaikan presentasi. Ekspresi mewakilkan jiwa emosi dalam diri. Maka dari itu, atur ekspresi sebaik mungkin. Usahakan untuk menjadi public speaker yang handal selalu tersenyum kepada audiens. Itu menandakan bahwa anda sedang bahagia. Sebaliknya jika ekspresi Anda ketika murung, maka audiens akan kecewa dengan hasil presentasi Anda. Mimic wajah memberikan kesan yang sangat mendalam kepada audiens. Seperti kontak mata dan gaya bicara. Saat melakukan public speaking, usahakan untuk melihat semua audiens. Jangan terpaku pada materi presentasi. Karena audiens itu benda hidup bukan benda mati, maka jika Anda melihat semua audiens presentasi akan sukses. Kontak mata menunjukkan sesuatu yang intim kepada audiens. Jangan melakukan hal yang tidak penting seperti menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal dan menggaruk hidung. Karena hal tersebut akan mengundang perhatian audiens terfokus pada kegiatan Anda. Sebaiknya perilaku tersebut di hindari. Kekuatan vocal memengaruhi presentasi Anda. Menjadi seorang public speaker, Anda harus mempunyai suara yang keras, tinggi, dan tegas. Jika suara anda lemah maka akan menimbulkan persepsi audiens bahwa Anda tidak yakin dengan apa yang Anda presentasikan.
Dalam menyampaikan presentasi, anda harus tegas dan lantang dalam berbicara. Intonasi dan artikulasi juga diperhitungkan dalam presentasi. Intonasi adalah tinggi rendahnya suara sedangkan artikulasi adalah pengucapan ejaan kata yang benar. Gesture atau bahasa tubuh menjadi syarat berhasilnya presentasi. Menggunakan kinestik atau gerakan tangan membantu suksesnya presentasi. Menjadi seorang public speaker harus bisa menggerakkan tubuhnya dalam presentasi, agar tidak monoton dan kaku. Dengan begitu, Audiens akan tertarik untuk mendengarkan presentasi yang Anda paparkan. Bahasa dalam menyampaikan presentasi sangat diperhatikan oleh audiens. Dalam menyampaikan presentasi sebaiknya menggunakan bahasa yang sopan, jelas, dan mudah di pahami. Kekayaan bahasa menunjang untuk bisa berkomunikasi dengan audiens. Maka kita dianjurkan untuk belajar sastra. Karena sastra mengajarkan rasa, bahasa dan instuisi. Dengan banyak membaca literature maka akan semakin banyak kosakata dalam berbahasa.
Dalam presentasi, juga membutuhkan penguasaan panggung. Jangan hanya berdiri diam di satu tempat, karena hal seperti itu akan membuat presentasi menjadi jenuh dan tidak berkesan. Sebaiknya menguasai podium dan juga mendekati audiens. 3V merupakan kunci kesuksesan dalam public speaking. Hal itu juga sangat bermanfaat untuk menyampaikan presentasi. 3V yaitu verbal, visual, dan vocal. Verbal meliputi bahasa tubuh dan gaya bicara. Visual menyangkut tatapan mata public speaker kepada audiens. Sedangkan vocal mencakup kekuatan suara dalam menyampaikan presentasi. Percayalah pada diri Anda, bahwa kesuksesan milik semua orang. Anda berhak sukses melalui public speaking. Mulai dari sekarang berlatihlah public speaking dengan banyak orang. Dengan begitu Anda akan menjadi seorang yang pemberani dan berbeda dari sebelumnya. Karena kesuksesan seseorang yang menentukan diri kita sendiri.
Kelebihan Buku :
Buku ini memberikan banyak tips untuk menjadi seorang public speaker yang sukses.
Buku ini sangat menarik di baca dengan judulnya “Smart Trust Public Speaking” akan menggugah pembaca untuk memahami lebih dalam mengenai cara public speaking dengan baik.
Isi dalam buku ini memberikan inspirasi untuk menjadi orang yang sukses dengan menjadi seorang public speaker.
Kekurangan Buku :
Buku ini banyak memaparkan kata-kata yang di ulang-ulang, sehingga membuat bosan pembaca.
Dalam buku ini banyak menggunakan kata-kata yang tidak perlu, sehingga terkesan monoton.

http://uny.ac.id
http://library.uny.ac.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa harus dia?

Sudah hampir satu tahun lebih perpisahan SMA telah usai. Bahkan sudah tiga tahun lamanya aku mengenal dia. Teman satu kelas yang tidak pernah berbicara sepatah kata pun. Aku sebenarnya tahu, kalau dia mempunyai rasa terhadapku waktu kelas sepuluh.   Tetapi, mengapa dia tak juga berusaha mendekatiku. Dahulu, dia adalah Dilanku waktu putih abu-abu. Aku hanya mengagumi dia lewat diamku. Ya, aku yang notabennya makhluk paling diam dalam satu kelas. Aku dan dia hanya bisa tatap-tatapan saat pelajaran. Mengapa aku dulu sangat goblok?.   Berbicara pun tidak pernah. Hingga pada akhirnya, dia bosan dengan rasa yang ada padaku. Sampai dia berpacaran dengan teman satu kelasku. Hatiku sangat dibuat patah olehnya. Sungguh aku menangis sedu sedan dalam diam. Fikiranku tak karuan. Hanya dia makhluk yang aku mau. Tetapi nyatanya, dia tak urung untuk mendekatiku.  Setelah putus dengan teman satu kelasku, dia mulai berpacaran dengan anak Ipa. Sungguh menyebalkan. Mengapa gant...

Sekeras inikah hidup?

Sekeras Inikah Hidup? Ruang detik tak mampu berbicara Menunggu serpihan udara melambai melewati kaca Beradu suara membentuk nada Melankolis namanya Terdistorsi merasuk sukma Melawan realita dalam keadaan fana Banting tulang menjadi makanan kesehariannya Peluh keringat simbol kerjanya Rela pergi esok hari mengukir rupiah lewat tangan mungilnya Anak menjadi tumpuan masa depan Membangun seenggok harapan Melalui jenjang pendidikan, menuai hasil impian Apakah ini yang disebut kehidupan? Sekeras batu karang tanpa ketajaman Terasing dalam kesemuan dan keraguan Ragu melangkah salah tujuan Meniti masalah membuai keanehan Mencaci diri sendiri menyesali keabadian Letih nafasnya bukti tanggung jawab kepada insan Tak kuasa melihat keperihatinan Sungguh, inikah hidup di atas daratan Berjuang mati-matian bekerja demi mempertahankan kehidupan Melawan keegoisan yang terkadang membuat lupa akan kenyataan

Pulang

Pulang Lembayung angin membisik sukma Sayang raganya tak ada lagi di sana Aku ingin menyerah, namun Salahkah bila aku berhenti melangkah? Untuk apa!!! Hidup hanya menuai kesalahan Tambah terasing di keramaian Menjulur dan melebur menjadi kenangan Tersedu-sedu sepanjang malam Ingat akan cobaan yang tertanam Melalui nyanyian sunyi yang temaram Aku hidup bersama serpihan batu pualam Aku sempat berharap, Lebih baik langit runtuh saja Menenggelamkan seluruh isi dunia Mengenyahkan puing-puing bangunan cakrawala Sekarang dan hari esok akan sama saja Tetap berjalan seperti udara Tuhan, jika alur dunia yang fana Perlahan-lahan masih sama Kembalikanlah aku ke Peraduan-Mu Aku ingin Pulang, Pulang, dan Pulang Lalu, semuanya akan hilang Yogyakarta, 11 Agustus 2018