Di rumah hanya satu hari. Pulang kali ini menjadi
hal yang tidak biasa bagi keluargaku. Mamakku
yang bekerja sama dengan kakak laki-laki ku untuk mengatur segala hidupku. Aku
yang masih terlihat seperti anak kecil disuruh menaati segala yang diucapkan
oleh mamak. Sungguh sialan. Ditambah dengan kakak laki-laki ku yang ribet
mengurusi hidupku di perantauan.
Padahal kan aku sudah dewasa.
Persetan dengan hidup.
Kalau seperti ini, lebih baik aku tadi tak usah pulang ke rumah. Pulang hanya
untuk menambah kesedihan yang semakin mendalam.
Persetan dengan omelan kakak laki-laki ku yang
selalu mengawasiku.
Hidup harus serba hemat?. Mana bisa hidup di
perantauan hemat?. Aku saja selalu menghabiskan banyak uang untuk makan lah,
beli skincare lah, beli barang lah. Itu pun hanya mengandalkan uang beasiswa. Sungguh nelangsa nasibku kali ini.
Aku sekarang memang beda dengan tahun kemarin saat
di perantauan. Dulu, selalu ingin pulang. Bahkan setiap satu minggu sekali
pulang. Sekarang, pulang saja rasanya malas. Pulang ke rumah juga tidak
melakukan apa-apa selain rebahan dan tiduran.
Aku sungguh nestapa!
Kuliah sebenarnya hanya untuk orang kaya. Tetapi aku
ingin kuliah Tuhan, aku ingin meraih apa yang aku inginkan. Aku ingin nantinya
bisa mendapatkan pekerjaan yang layak.
Sedangkan pulang kali ini, aku hanya menanggung
derita dari mamak. Pulang hanya untuk meminta uang dan menghabiskannya di kota
perantauan. Anenya, mamak malah membelikanku anting yang harganya ratusan ribu.
Padahal, perhiasan itu sebenarnya benda yang tidak
penting. Bahkan tidak dilihat banyak orang. Mamakku malah sanggup membelinya
untukku.
Aku tidak setuju. Rasanya aku ingin menjual
perhiasan itu lagi, dan uangnya ku gunakan untuk biaya hidup di kota.
Tuhan, kurang hemat apa lagi aku di kota?.
Apakah ini pertanda aku disuruh untuk lekas bekerja?
Agar tidak bergantung uang dengan mamak, bapak, dan kakak laki-laki ku?.
Saat ini aku benci dengan kehidupan yang selalu
memaksaku untuk mencari uang!
Hidup hanya untuk menunda kekayaan!
Klaten, 7 September 2019
Komentar
Posting Komentar