Hari-hari telah terlewati begitu saja. Tidak ada hal
yang paling menyenangkan atau menarik sedetik pun. Semuanya terasa sama saja.
Entah aku yang tak perasa atau aku kurang mencicipi rasa. Hidup bagiku
merupakan jalan panjang yang tak pernah usai. Tujuan-tujuan hidup belum juga
tercapai. Ambisi-ambisi belum juga terselesaikan.
Mengapa hidup sekejam ini?. Mengapa beban hidup
harus ada?. Mengapa hidup hanya tentang menikah lalu mati?
Sementara ini, aku masih berstatus sebagai
“jomblowati”. Aku merasa kesunyian sepanjang hidup. Mengapa aku yang sebentar
lagi akan menginjak usia 19 tahun masih belum punya kekasih?. Bahkan pacaran
pun, aku belum pernah melakukan sama sekali.
Atau karena aku orangnya sangat pendiam, kalem, dan
introver?. Jadi susah lelaki untuk mendekatiku. Padahal aku rasa, banyak
lelaki yang kagum kepadaku. Tetapi mereka takut untuk dekat denganku.
Sebenarnya aku tidak masalah jika lelaki itu mendekatiku. Bahkan aku sangat
senang jika ada lelaki yang ingin mengajak berbicara denganku.
Tuhan, izinkanlah aku untuk pacaran. Aku hanya ingin
sekali saja merasakan bagaimana rasanya pacaran. Pertemukanlah aku dengan manusia
yang baik sepertiku. Tuhan, kirimkanlah aku malaikat untuk bisa melindungiku.
Toh, pada akhirnya manusia akan hidup berpasang-pasangan.
Tuhan, sebelum masa kuliahku usai. Bolehkan aku
merasakan pacaran sekali saja?. Aku hanya ingin mempunyai kekasih yang nantinya
akan menjadi pasangan hidupku kelak.
Aku capai Tuhan merasakan sunyi yang selalu hadir
kala aku mau beranjak tidur. Kesunyianku semakin bertambah melewati sukma yang
mengalir setiap darah.
Maka pertemukan aku dengan malaikat yang akan
mendampingi hidupku.
Klaten, 30 Agustus 2019

Komentar
Posting Komentar