Ada hatinya yang sedang patah karena omongan busuk
lelaki. Ada juga yang hatinya sunyi karena belum menemukan tambatan hati.
Seseorang yang dulu di sukainya secara diam-diam kini hadir bersenyawa dalam
mimpi. Sosok itu selalu mengusik logika dan tak mau pergi. Apakah ini pertanda
bahwa sebenarnya cinta harus dimiliki?.
Haruskah aku merasakan rindu yang datang
berkali-kali?. Sampai aku hampir mati di peluk sunyi seorang diri. Pada
akhirnya aku hanya menikmati ilusi yang bergejolak dalam nurani. Apakah hidup
serumit ini?
Padahal hanya perkara rindu yang tak mampu terobati.
Dan juga perasaan yang belum sampai kepada sang pemilik hati. Padahal waktu
sudah berputar seiring jalannya perbedaan jati diri. Tetapi rindu ini kerap
kali menyiksa, terutama kala malam hari.
Rindu memang candu. Tetapi rindu ku kepada sang
pemilik hati tak mampu untuk temu. Berbicara saja susah apalagi harus saling
temu dan tatapan seperti dulu. Seperti aku yang hanya bisa berharap namun tak
bisa bersanding denganmu. Hanya doa yang ku lantunkan setiap rindu itu menusuk
kalbu. Semoga suatu kelak, aku dan kamu bisa bersatu. Menikmati rindu selama
belasan tahun yang tak pernah menyatu.
Klaten,
22 Juli 2019

Komentar
Posting Komentar