Aku sekarang tidak lagi punya rumah. Tempat
tinggalku sekarang sementara hanya di sebuah kostan. Sedangkan rumah kampungku
hanya untuk mampir tidur. Aku nelangsa.
Aku miskin, tidak punya uang. Ketika aku pulang ke
rumah, suasana berubah drastis. Wajah penghuni rumah suram. Mereka tidak lagi
punya uang. Aku menyesal ketika pulang ke rumah. Lebih baik aku tak usah pulang
saja, jika akhirnya hanya seperti ini. Meminta uang ke mamak saja rasanya tidak
enak.
Tetapi, aku belum lagi kerja. Dan saat ini aku ingin
kerja untuk menambah uang jajan. Tetapi aku belum tahu mau kerja dimana.
Tuhan, mengapa hidup sekeras ini!
Aku sebenarnya tidak kuat, mengapa puan dilahirkan
di dunia?
Jikalau pada akhirnya hanya berujung seperti ini?
Yogyakarta, 8 September 2019
Komentar
Posting Komentar