Pada akhir pembelajaran setiap topik, Anda diminta untuk
merefleksikan pembelajaran dalam blog masing-masing, dengan menggunakan alur
MERDEKA seperti dalam proses pembelajarannya. Anda bisa menceritakan refleksi
Anda dengan caranya masing-masing, bisa narasi yang dilengkapi visual, ataupun
narasi saja, atau model kreatif lainnya. Berikut ini panduan pertanyaan yang
dapat membantu Anda menuliskan blog:
Refleksi Pembelajaran
Alur Pembelajaran
Mulai Dari Diri
Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses
pembelajaran?
Jawab:
Sebelum memulai proses pembelajaran, hal yang saya pikirkan adalah pentingnya memahami perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam pendidikan. Perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik sangat memengaruhi pendidikan dan proses pembelajaran. Sebagai calon pendidik, diharapkan memahami latar belakang sosial, budaya, ekonomi, dan politik peserta didik yang beragam. Hal tersebut bertujuan agar dapat menciptakan pembelajaran yang inklusif dan mendukung.
Eksplorasi Konsep
Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik
ini?
Jawab:
Hal yang saya pelajari pada bagian eksplorasi konsep adalah pentingnya
memahami faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam pendidikan. Faktor
tersebut mempengaruhi bagaimana pendidikan diselenggarakan. Penyelenggaraan
pendidikan dan pembelajaran sebelum kemerdekaan dan setelah kemerdekaan
Indonesia terdapat perbedaan. Pada masa sebelum kemerdekaan, yaitu
penjajahan Belanda dan Jepang, pendidikan hanya diselenggarakan secara
terbatas, baik akses maupun tujuan pembelajarannya, sehingga yang diajarkan
membaca dan menulis dasar saja. Bahkan penyelenggaraan pendidikan hanya untuk
kepentingan membantu bisnis penjajah. Kemudian setelah kemerdekaan Indonesia,
terjadi perubahan penyelenggaraan pendidikan, dimana akses sudah terbuka untuk
siapa saja belajar hingga setinggi mungkin.
Ruang Kolaborasi
Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam
ruang kolaborasi?
Jawab:
Pada bagian ruang kolaborasi, saya dan rekan-rekan belajar mengenai faktor
sosial, budaya, ekonomi, dan politik dapat mempengaruhi pendidikan dan
pembelajaran di Indonesia. Bahkan terdapat beberapa video yang menjelaskan
perjuangan guru dalam mengajar di desa pelosok yang masih terbatas akses maupun
infrastruktur sekolah. Kemudian guru mempertimbangkan faktor sosial, budaya,
ekonomi, dan politik daerah tersebut serta diterapkan ke dalam strategi
pembelajaran. Guru mampu mengembangkan strategi dan metode pembelajaran yang
sesuai dengan faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik daerah tempatnya
mengajar, sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan
mendukung.
Demonstrasi Kontekstual
Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual
yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri
sendiri)?
Jawab:
Beberapa hal penting yang saya pelajari dari proses demonstrasi
kontekstual yang dijalani bersama kelompok antara lain: setiap anggota kelompok
belajar berdiskusi secara baik untuk berbagi pengetahuan agar tercapainya
tujuan bersama. Bahkan setiap anggota kelompok belajar menghormati sesama
teman, bekerja sama, dan menyampaikan pendapat saat melakukan kegiatan
presentasi.
Elaborasi Pemahaman
Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini?
Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal
sebelum pembelajaran dimulai?
Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?
Jawab:
Hal yang sudah saya pahami mengenai topik ini adalah teori sosiokultural
yang dikemukakan oleh Vygotsky. Penjelasannya sebagai berikut.
a. Perbedaan
faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik peserta didik dapat mengakibatkan multikulturalisme.
b. Anak dapat
berinteraksi dengan lingkungannya melalui agen mediasi.
c. Setiap anak
memiliki potensi belajar yang berbeda sesuai dengan konsep ZPD. Konsep tersebut
mengkategorikan potensi belajar anak yang mampu belajar sendiri dan masih
membutuhkan bimbingan orang lain.
Hal baru yang saya pahami di awal sebelum pembelajaran dimulai adalah
memperhatikan latar belakang sosial, budaya, ekonomi, dan politik peserta didik
dalam proses pembelajaran. Bahkan dapat mendukung peserta didik untuk
berinteraksi dengan lingkungannya agar membangun pengetahuan yang
dimiliki. Selain itu, memahami ZPD masing-masing peserta didik agar
pembelajaran dapat mengakomodasi kebutuhan mereka.
Beberapa hal yang ingin saya pelajari
lebih lanjut antara lain:
a. Menerapkan pembelajaran yang memperhatikan latar belakang sosial, budaya,
ekonomi, dan politik peserta didik dalam proses pembelajaran agar dapat
menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung.
b. Menerapkan pembelajaran yang memperhatikan potensi belajar ZPD setiap
individu peserta didik agar dapat memfasilitasi dan membimbing kebutuhan
belajar mereka.
Koneksi Antar Materi
Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata
kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain?
Jawab:
Hal yang saya pelajari pada bagian koneksi antar materi adalah
keterkaitan mata kuliah perspektif sosiokultural dengan mata kuliah lain
seperti pemahaman tentang peserta didik dan pembelajarannya, filosofi
pendidikan Indonesia, pembelajaran berdiferensiasi, prinsip pengajaran dan
asesmen, praktik pengalaman lapangan, dan projek kepemimpinan.
Dalam keterkaitan mata kuliah memberikan pengetahuan mengenai strategi
pengajaran yang baik untuk diterapkan saat mengajar peserta didik di kehidupan
nyata. Bahkan sebagai pendidik dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang
memfasilitasi kebutuhan peserta didik.
Aksi Nyata
Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya
dengan optimal?
Jawab:
Beberapa manfaat pembelajaran perspektif sosiokultural untuk kesiapan
saya sebagai guru antara lain:
a. Saya dapat
memahami faktor-faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang dapat mempengaruhi
pendidikan dan pembelajaran.
b. Saya
dapat memahami konsep teori sosiokultural yang dikemukakan oleh Vygotsky.
Teori tersebut meliputi multikulturalisme, mediasi, dan potensi belajar. Dengan
memahami teori tersebut dapat bermanfaat untuk merancang pembelajaran yang
efektif.
c. Saya
dapat memahami kebutuhan peserta didik dengan memperhatikan latar belakang
sosial, budaya, ekonomi, dan politik peserta didik yang beragam. Hal tersebut
agar saya dapat memfasilitasi kebutuhan peserta didik saat mengajar di kelas.
Saya menilai kesiapan saat ini dalam skala 7. Adapun alasannya adalah
saya belum menerapkan konsep sosiokultural dalam mengajar peserta didik. Bahkan
saya juga masih belajar mengenai materi perspektif sosiokultural dapat
diterapkan dengan baik saat kegiatan mengajar.
Beberapa hal yang perlu saya persiapkan lebih lanjut untuk bisa
menerapkannya dengan optimal antara lain:
a. Saya
berusaha memahami mengenai konsep sosiokultural secara mendalam baik dari buku,
jurnal, maupun internet.
b. Saya
berusaha menerapkan konsep sosiokultural saat kegiatan mengajar di kelas.
c. Saya berusaha mengikuti berbagai pelatihan mengajar dengan memperhatikan konsep sosiokultural.


Komentar
Posting Komentar