Langsung ke konten utama

Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan Indonesia - Topik 2 - Aksi Nyata

Pada akhir pembelajaran setiap topik, Anda diminta untuk merefleksikan pembelajaran dalam blog masing-masing, dengan menggunakan alur MERDEKA seperti dalam proses pembelajarannya. Anda bisa menceritakan refleksi Anda dengan caranya masing-masing, bisa narasi yang dilengkapi visual, ataupun narasi saja, atau model kreatif lainnya. Berikut ini panduan pertanyaan yang dapat membantu Anda menuliskan blog:

Refleksi Pembelajaran


Alur Pembelajaran

Mulai Dari Diri

Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran? 

Jawab:


Sebelum memulai proses pembelajaran, hal yang saya pikirkan mengenai topik ini adalah status sosial dan ekonomi, serta faktor budaya maupun politik seseorang dapat mempengaruhi pencapaian prestasi dan keberlanjutan karir yang mampu peroleh. Faktor-faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik dapat mempengaruhi proses pendidikan dan pembelajaran. Bahkan latar belakang pendidikan seseorang juga dipengaruhi oleh dukungan orang tua dan keluarga. Dengan dukungan dari orang tua dan keluarga dapat menunjang perkembangan dan pertumbuhan individu, sehinga membentuk suatu karakter yang menyadari betapa pentingnya pendidikan.

 

Eksplorasi Konsep

Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini? 

Jawab:

a.   Hal yang saya pelajari pada bagian eksplorasi konsep antara lain:

b. Faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik dapat mempengaruhi pencapaian keberhasilan pendidikan setiap individu. Keempat faktor tersebut saling berkaitan untuk mencapai tujuan pendidikan.

c.  Setiap individu peserta didik mempunyai latar belakang sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang beragam. Seorang pendidik, hendaknya memilih metode dan strategi yang tepat untuk membimbing peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan belajarnya.

d. Pendidik dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung dengan memperhatikan latar belakang sosial, budaya, ekonomi, dan politik peserta didik yang beragam. Konsep Status Sosial Ekonomi (SES) dalam perspektif sosiokultural mencakup aktivitas sosial dan interaksi orang dewasa-anak membentuk dasar sosialisasi kognitif. Status sosial ekonomi (SES) dan interaksi orang dewasa-anak merupakan perkembangan sosial berupa tindakan manusia yang dimediasi melalui berbagai alat budaya, serta cara seseorang merespons yang berkaitan dengan nilai, harapan, dan praktiknya disebut CHAT (Cultural-Historical Activity Theory).


Ruang Kolaborasi

Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi? 

Jawab:


Pada bagian ruang kolaborasi, saya dan rekan-rekan belajar mengenai mengidentifikasi faktor-faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang dapat mempengaruhi pendidikan dan proses pembelajaran. Perkembangan pendidikan di berbagai daerah Indonesia menggunakan pendekatan, metode, strategi, dan media pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik setiap individu peserta didik. Hal tersebut dikarenakan setiap individu peserta didik memiliki keragaman latar belakang sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang dapat mempengaruhi cara mereka belajar. Pendidik hendaknya dapat memfasilitasi kebutuhan belajar peserta didik dengan memperhatikan latar belakang sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang beragam.

 

Demonstrasi Kontekstual

Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?

Jawab:


Beberapa hal penting yang saya pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang dijalani bersama kelompok antara lain: setiap anggota kelompok belajar berdiskusi secara baik untuk berbagi pengetahuan agar tercapainya tujuan bersama. Bahkan setiap anggota kelompok belajar menghormati sesama teman, bekerja sama, dan menyampaikan pendapat saat melakukan kegiatan presentasi.

Selain itu, saya belajar mengidentifikasi studi kasus atau permasalahan melalui buku dan penyelesaian dari studi kasus tersebut dapat membantu saya dalam mengajar di kelas. Bahkan saya smendapatkan sudut pandang baru melalui analisis buku tersebut. Studi kasus dalam buku tersebut dapat memberikan pengetahuan kepada saya bahwa faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik dapat mempengaruhi pendidikan dan proses pembelajaran. Pengajar yang diceritakan pada studi kasus buku tersebut memperhatikan perspektif sosiokultural dalam proses pelaksanaan pembelajaran.

 

 

Elaborasi Pemahaman

Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini? 

Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai?

Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?  

Jawab:


Hal yang sudah saya pahami mengenai topik ini adalah pentingnya interaksi dewasa-anak dapat mempengaruhi pendidikan. Bahkan keadaan status sosial ekonomi peserta didik dapat menentukan kualitas pendidikan yang diperoleh. Teori sosiokultural mencakup status sosial ekonomi mempengaruhi pencapaian keberhasilan dalam pendidikan. Seorang pendidik dapat mengajar dengan menggunakan strategi dan metode yang tepat untuk mendukung keberhasilan pendidikan. Bahkan pendidik dapat memperhatikan faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik peserta didik yang beragam. Selain itu, pendidik menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan memfasilitasi peserta didik dalam belajar.

 

Hal baru yang saya pahami di awal sebelum pembelajaran dimulai adalah memperhatikan latar belakang sosial, budaya, ekonomi, dan politik peserta didik yang beragam dalam proses pembelajaran. Selain itu, status sosial ekonomi (SES) peserta didik dapat menentukan keberhasilan dalam pendidikan.


Beberapa hal yang ingin saya pelajari lebih lanjut antara lain:

a. Menerapkan pembelajaran yang memperhatikan perspektif sosiokultural dan latar belakang sosial, budaya, ekonomi, serta politik peserta didik yang beragam.

b. Menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan berpusat pada peserta didik (student centered).

c. Memperhatikan faktor-faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang dapat mempengaruhi pendidikan dan proses pembelajaran.


Koneksi Antar Materi

Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain? 

Jawab:


Hal yang saya pelajari pada bagian koneksi antar materi adalah keterkaitan mata kuliah perspektif sosiokultural dengan mata kuliah lain seperti pemahaman tentang peserta didik dan pembelajarannya, filosofi pendidikan Indonesia, perancangan dan pengembangan kurikulum, pembelajaran sosial emosional, pembelajaran berdiferensiasi, prinsip pengajaran dan asesmen, dan praktik pengalaman lapangan.

Dalam keterkaitan mata kuliah perspektif sosiokultural dengan mata kuliah lain dapat memberikan pengetahuan mengenai strategi pengajaran yang baik dengan memperhatikan faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik peserta didik untuk diterapkan saat mengajar di kehidupan nyata. Bahkan sebagai pendidik dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung dan memfasilitasi kebutuhan peserta didik.

 

Aksi Nyata


Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru? 

Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya?

Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal? 

Jawab:

Beberapa manfaat pembelajaran perspektif sosiokultural untuk kesiapan saya sebagai guru antara lain:

a. Saya dapat memahami faktor-faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang dapat mempengaruhi pendidikan dan proses pembelajaran.

b. Saya dapat memahami konsep teori sosiokultural yang mencakup status sosial ekonomi (SES). Dengan memahami teori tersebut dapat bermanfaat untuk merancang pembelajaran yang efektif dan mengajar dengan memperhatikan faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik.

c. Saya dapat memahami kebutuhan peserta didik dengan memperhatikan latar belakang sosial, budaya, ekonomi, dan politik peserta didik yang beragam. Hal tersebut agar saya dapat memfasilitasi kebutuhan peserta didik saat mengajar di kelas.


Saya menilai kesiapan saat ini dalam skala 7. Adapun alasannya adalah saya belum menerapkan konsep sosiokultural dalam mengajar peserta didik. Bahkan saya juga masih belajar mengenai materi perspektif sosiokultural dapat diterapkan dengan baik saat kegiatan mengajar. Selain itu, saya perlu mendalami tingkat lanjut mengenai materi teori sosiokultural dan referensi pengetahuan yang mendukung.


Beberapa hal yang perlu saya persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal antara lain:

a. Saya berusaha memahami mengenai konsep sosiokultural secara mendalam baik dari buku, jurnal, internet, maupun referensi pendukung lainnya.

b. Saya berusaha menerapkan konsep teori sosiokultural saat kegiatan mengajar di kelas dengan memperhatikan latar belakang sosial, budaya, ekonomi, dan politik peserta didik yang beragam.

c. Saya berusaha mengikuti berbagai pelatihan mengajar dan meningkatkan kompetensi dengan memperhatikan konsep sosiokultural.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa harus dia?

Sudah hampir satu tahun lebih perpisahan SMA telah usai. Bahkan sudah tiga tahun lamanya aku mengenal dia. Teman satu kelas yang tidak pernah berbicara sepatah kata pun. Aku sebenarnya tahu, kalau dia mempunyai rasa terhadapku waktu kelas sepuluh.   Tetapi, mengapa dia tak juga berusaha mendekatiku. Dahulu, dia adalah Dilanku waktu putih abu-abu. Aku hanya mengagumi dia lewat diamku. Ya, aku yang notabennya makhluk paling diam dalam satu kelas. Aku dan dia hanya bisa tatap-tatapan saat pelajaran. Mengapa aku dulu sangat goblok?.   Berbicara pun tidak pernah. Hingga pada akhirnya, dia bosan dengan rasa yang ada padaku. Sampai dia berpacaran dengan teman satu kelasku. Hatiku sangat dibuat patah olehnya. Sungguh aku menangis sedu sedan dalam diam. Fikiranku tak karuan. Hanya dia makhluk yang aku mau. Tetapi nyatanya, dia tak urung untuk mendekatiku.  Setelah putus dengan teman satu kelasku, dia mulai berpacaran dengan anak Ipa. Sungguh menyebalkan. Mengapa gant...

Sekeras inikah hidup?

Sekeras Inikah Hidup? Ruang detik tak mampu berbicara Menunggu serpihan udara melambai melewati kaca Beradu suara membentuk nada Melankolis namanya Terdistorsi merasuk sukma Melawan realita dalam keadaan fana Banting tulang menjadi makanan kesehariannya Peluh keringat simbol kerjanya Rela pergi esok hari mengukir rupiah lewat tangan mungilnya Anak menjadi tumpuan masa depan Membangun seenggok harapan Melalui jenjang pendidikan, menuai hasil impian Apakah ini yang disebut kehidupan? Sekeras batu karang tanpa ketajaman Terasing dalam kesemuan dan keraguan Ragu melangkah salah tujuan Meniti masalah membuai keanehan Mencaci diri sendiri menyesali keabadian Letih nafasnya bukti tanggung jawab kepada insan Tak kuasa melihat keperihatinan Sungguh, inikah hidup di atas daratan Berjuang mati-matian bekerja demi mempertahankan kehidupan Melawan keegoisan yang terkadang membuat lupa akan kenyataan

Pulang

Pulang Lembayung angin membisik sukma Sayang raganya tak ada lagi di sana Aku ingin menyerah, namun Salahkah bila aku berhenti melangkah? Untuk apa!!! Hidup hanya menuai kesalahan Tambah terasing di keramaian Menjulur dan melebur menjadi kenangan Tersedu-sedu sepanjang malam Ingat akan cobaan yang tertanam Melalui nyanyian sunyi yang temaram Aku hidup bersama serpihan batu pualam Aku sempat berharap, Lebih baik langit runtuh saja Menenggelamkan seluruh isi dunia Mengenyahkan puing-puing bangunan cakrawala Sekarang dan hari esok akan sama saja Tetap berjalan seperti udara Tuhan, jika alur dunia yang fana Perlahan-lahan masih sama Kembalikanlah aku ke Peraduan-Mu Aku ingin Pulang, Pulang, dan Pulang Lalu, semuanya akan hilang Yogyakarta, 11 Agustus 2018