Langsung ke konten utama

Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan Indonesia - Topik 4 - Aksi Nyata

Pada akhir pembelajaran setiap topik, Anda diminta untuk merefleksikan pembelajaran dalam blog masing-masing, dengan menggunakan alur MERDEKA seperti dalam proses pembelajarannya. Anda bisa menceritakan refleksi Anda dengan caranya masing-masing, bisa narasi yang dilengkapi visual, ataupun narasi saja, atau model kreatif lainnya. Berikut ini panduan pertanyaan yang dapat membantu Anda menuliskan blog:

 

Refleksi Pembelajaran


Alur Pembelajaran

Mulai Dari Diri

Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran? 

Jawab:


Sebelum memulai proses pembelajaran, hal yang saya pikirkan mengenai topik ini adalah memahami pembelajaran pada "Zone of Proximal Development" (ZPD) yang mempengaruhi pendidikan di Indonesia. Saya juga memahami metode, strategi, pendekatan, dan media pembelajaran yang digunakan pendidik dengan memperhatikan "Zone of Proximal Development" (ZPD) peserta didik. Pada topik ini terdapat video yang menjelaskan mengenai cara pendidik mengajar dengan menggunakan metode yang tepat dan memperhatikan "Zone of Proximal Development" (ZPD). Dengan mengajar memperhatikan "Zone of Proximal Development" (ZPD) peserta didik akan terakomodasi kebutuhan belajarnya.

 

Eksplorasi Konsep

Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini? 

Jawab:

Hal yang saya pelajari pada bagian eksplorasi konsep adalah pembelajaran "Zone of Proximal Development" (ZPD) dikemukakan oleh Vygotsky. Tingkat perkembangan anak dikategorikan menjadi 2, yaitu perkembangan aktual dan potensial. "Zone of Proximal Development" (ZPD) merupakan jarak antara kemampuan peserta didik untuk menyelesaikan tugas dengan bantuan dan bimbingan orang lain (perkembangan potensial) serta kemampuan peserta didik untuk menyelesaikan tugas secara mandiri tanpa bantuan orang lain (perkembangan aktual). Setiap anak memiliki ZPD sesuai dengan perkembangan kognitifnya. Pendidik dapat mengajar menggunakan metode, media, strategi, dan pendekatan yang memperhatikan ZPD peserta didik. Bahkan guru dapat menjalin hubungan baik dengan peserta didik untuk memberikan bimbingan dalam belajar, agar peserta didik mencapai ZPD nya secara optimal.


Ruang Kolaborasi

Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi? 

Jawab:

Pada bagian ruang kolaborasi, saya dan rekan-rekan belajar mengenai pengaruh pembelajaran "Zone of Proximal Development" (ZPD) dalam dunia pendidikan. Bahkan saya dan rekan-rekan belajar mempersiapkan untuk mengajar dengan memperhatikan "Zone of Proximal Development" (ZPD) peserta didik. Selain itu, kami belajar mengenai metode, strategi, media, dan pendekatan yang menyesuaikan "Zone of Proximal Development" (ZPD) peserta didik saat mengajar. Oleh karena itu, penting bagi pendidik untuk memberikan bimbingan dan bantuan belajar kepada peserta didik, agar pembelajaran dapat berjalan secara efektif.

 

Demonstrasi Kontekstual

Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?

Jawab:


Beberapa hal penting yang saya pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang dijalani bersama kelompok antara lain: setiap anggota kelompok belajar berdiskusi secara baik untuk berbagi pengetahuan agar tercapainya tujuan bersama. Bahkan setiap anggota kelompok belajar menghormati sesama teman, bekerja sama, dan menyampaikan pendapat saat melakukan kegiatan presentasi. Selain itu, saya belajar menerima pendapat sesama anggota kelompok mengenai pembelajaran "Zone of Proximal Development" (ZPD). Konsep pembelajaran "Zone of Proximal Development" (ZPD) menekankan bahwa setiap peserta didik mempunyai tingkat kemampuan yang beragam. Pendidik dapat memahami "Zone of Proximal Development" (ZPD) setiap peserta didik saat pembelajaran dan memberikan bimbingan secara optimal.

 

Elaborasi Pemahaman

Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini? 

Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai?

Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?  

Jawab:


Hal yang sudah saya pahami mengenai topik ini faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik peserta didik dapat mempengaruhi pendidikan dan proses pembelajaran. Seorang pendidik dapat mengajar dengan menggunakan strategi, pendekatan, metode, dan media yang menyesuaikan "Zone of Proximal Development" (ZPD) peserta didik yang beragam. Selain itu, pendidik dapat memberikan bantuan dan bimbingan kepada peserta didik sesuai dengan "Zone of Proximal Development" (ZPD) nya masing-masing.

 

Hal baru yang saya pahami di awal sebelum pembelajaran dimulai adalah menentukan strategi, metode, media, dan pendekatan saat mengajar dengan memperhatikan "Zone of Proximal Development" (ZPD) setiap peserta didik. Teori pembelajaran "Zone of Proximal Development" (ZPD) dikemukakan oleh Vygotsky yang menjelaskan bahwa proses perkembangan kognitif seseorang dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan budayanya.

Beberapa hal yang ingin saya pelajari lebih lanjut antara lain:

a. Menerapkan pembelajaran yang memperhatikan perspektif sosiokultural dan latar belakang sosial, budaya, ekonomi, serta politik peserta didik yang beragam.

b. Menentukan strategi, metode, media, dan pendekatan yang sesuai dengan "Zone of Proximal Development" (ZPD) peserta didik yang beragam.

c. Menyusun materi, bahan ajar, dan asesmen atau penilaian yang memperhatikan "Zone of Proximal Development" (ZPD) peserta didik yang beragam.

 

Koneksi Antar Materi

Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain? 

Jawab:


Hal yang saya pelajari pada bagian koneksi antar materi adalah keterkaitan mata kuliah perspektif sosiokultural dengan mata kuliah lain seperti pemahaman tentang peserta didik dan pembelajarannya, filosofi pendidikan Indonesia, pembelajaran berdiferensiasi, dan prinsip pengajaran dan asesmen.

Dalam keterkaitan mata kuliah perspektif sosiokultural dengan mata kuliah lain dapat memberikan pengetahuan mengenai latar belakang peserta didik sangat mempengaruhi perkembangan kognitif. Menurut Ki Hadjar Dewantara, pendidik perlu menerapkan pendidikan yang menuntun peserta didik mencapai kesejahteraan. Bahkan pendidik dapat menentukan strategi, metode, media, dan pendekatan pengajaran yang baik dengan memperhatikan "Zone of Proximal Development" (ZPD) peserta didik. Pendidik juga dapat memberikan bantuan dan bimbingan peserta didik sesuai dengan "Zone of Proximal Development" (ZPD). Dengan pembelajaran yang memperhatikan "Zone of Proximal Development" (ZPD), peserta didik yang ZPD rendah akan mendapatkan bantuan dari rekan ZPD tinggi atau orang dewasa yang berpengalaman. Hal tersebut dapat membantu tercapainya tujuan pembelajaran pada peserta didik. Pengetahuan mengenai "Zone of Proximal Development" (ZPD) sangat bermanfaat untuk diterapkan saat mengajar di kehidupan nyata.

 

Aksi Nyata


Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru? 

Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya?

Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal? 

Jawab:

Beberapa manfaat pembelajaran perspektif sosiokultural untuk kesiapan saya sebagai guru antara lain:

a. Saya dapat memahami faktor-faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang dapat mempengaruhi pendidikan dan proses pembelajaran.

b. Saya dapat memahami "Zone of Proximal Development" (ZPD) peserta didik yang beragam. Hal tersebut membantu saya agar dapat merancang metode, strategi, media, dan pendekatan yang menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Hal tersebut dikarenakan setiap peserta didik memiliki tingkat perkembangan yang beragam.

c. Saya dapat menyusun materi, bahan ajar, dan asesmen atau penilaian yang memperhatikan "Zone of Proximal Development" (ZPD) peserta didik yang beragam.

Saya menilai kesiapan saat ini dalam skala 8. Adapun alasannya adalah saya masih belajar mengenai materi perspektif sosiokultural dapat diterapkan dengan baik saat kegiatan mengajar. Selain itu, saya perlu mendalami tingkat lanjut mengenai materi pembelajaran "Zone of Proximal Development" (ZPD) dan referensi pengetahuan yang mendukung. Bahkan saya perlu memahami aspek sosiokultural peserta didik yang beragam dengan baik.

Beberapa hal yang perlu saya persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal antara lain:

a. Saya berusaha memahami mengenai konsep sosiokultural secara mendalam baik dari buku, jurnal, internet, maupun referensi pendukung lainnya.

b. Saya berusaha menerapkan konsep teori sosiokultural saat kegiatan mengajar di kelas dengan memperhatikan latar belakang sosial, budaya, ekonomi, dan politik peserta didik yang beragam.

c. Saya berusaha menerapkan pembelajaran dengan memperhatikan "Zone of Proximal Development" (ZPD) peserta didik yang beragam.

d. Saya berusaha mengikuti berbagai pelatihan mengajar dan meningkatkan kompetensi dengan memperhatikan konsep sosiokultural dan "Zone of Proximal Development" (ZPD).

e. Saya berusaha menjalin hubungan dengan baik kepada peserta didik agar dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan memberikan bantuan atau bimbingan yang optimal sesuai dengan "Zone of Proximal Development" (ZPD).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa harus dia?

Sudah hampir satu tahun lebih perpisahan SMA telah usai. Bahkan sudah tiga tahun lamanya aku mengenal dia. Teman satu kelas yang tidak pernah berbicara sepatah kata pun. Aku sebenarnya tahu, kalau dia mempunyai rasa terhadapku waktu kelas sepuluh.   Tetapi, mengapa dia tak juga berusaha mendekatiku. Dahulu, dia adalah Dilanku waktu putih abu-abu. Aku hanya mengagumi dia lewat diamku. Ya, aku yang notabennya makhluk paling diam dalam satu kelas. Aku dan dia hanya bisa tatap-tatapan saat pelajaran. Mengapa aku dulu sangat goblok?.   Berbicara pun tidak pernah. Hingga pada akhirnya, dia bosan dengan rasa yang ada padaku. Sampai dia berpacaran dengan teman satu kelasku. Hatiku sangat dibuat patah olehnya. Sungguh aku menangis sedu sedan dalam diam. Fikiranku tak karuan. Hanya dia makhluk yang aku mau. Tetapi nyatanya, dia tak urung untuk mendekatiku.  Setelah putus dengan teman satu kelasku, dia mulai berpacaran dengan anak Ipa. Sungguh menyebalkan. Mengapa gant...

Sekeras inikah hidup?

Sekeras Inikah Hidup? Ruang detik tak mampu berbicara Menunggu serpihan udara melambai melewati kaca Beradu suara membentuk nada Melankolis namanya Terdistorsi merasuk sukma Melawan realita dalam keadaan fana Banting tulang menjadi makanan kesehariannya Peluh keringat simbol kerjanya Rela pergi esok hari mengukir rupiah lewat tangan mungilnya Anak menjadi tumpuan masa depan Membangun seenggok harapan Melalui jenjang pendidikan, menuai hasil impian Apakah ini yang disebut kehidupan? Sekeras batu karang tanpa ketajaman Terasing dalam kesemuan dan keraguan Ragu melangkah salah tujuan Meniti masalah membuai keanehan Mencaci diri sendiri menyesali keabadian Letih nafasnya bukti tanggung jawab kepada insan Tak kuasa melihat keperihatinan Sungguh, inikah hidup di atas daratan Berjuang mati-matian bekerja demi mempertahankan kehidupan Melawan keegoisan yang terkadang membuat lupa akan kenyataan

Pulang

Pulang Lembayung angin membisik sukma Sayang raganya tak ada lagi di sana Aku ingin menyerah, namun Salahkah bila aku berhenti melangkah? Untuk apa!!! Hidup hanya menuai kesalahan Tambah terasing di keramaian Menjulur dan melebur menjadi kenangan Tersedu-sedu sepanjang malam Ingat akan cobaan yang tertanam Melalui nyanyian sunyi yang temaram Aku hidup bersama serpihan batu pualam Aku sempat berharap, Lebih baik langit runtuh saja Menenggelamkan seluruh isi dunia Mengenyahkan puing-puing bangunan cakrawala Sekarang dan hari esok akan sama saja Tetap berjalan seperti udara Tuhan, jika alur dunia yang fana Perlahan-lahan masih sama Kembalikanlah aku ke Peraduan-Mu Aku ingin Pulang, Pulang, dan Pulang Lalu, semuanya akan hilang Yogyakarta, 11 Agustus 2018