AKSI NYATA
Pada akhir pembelajaran setiap topik, Anda diminta untuk
merefleksikan pembelajaran dalam blog masing-masing, dengan menggunakan alur
MERDEKA seperti dalam proses pembelajarannya. Anda bisa menceritakan refleksi
Anda dengan caranya masing-masing, bisa narasi yang dilengkapi visual, ataupun
narasi saja, atau model kreatif lainnya. Berikut ini panduan pertanyaan yang
dapat membantu Anda menuliskan blog:
Refleksi Pembelajaran
Alur Pembelajaran
Mulai Dari Diri
Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?
Jawab:
Sebelum memulai proses pembelajaran, hal yang saya pikirkan mengenai
topik ini adalah memahami isu-isu penyelenggaraan pendidikan
dan pembelajaran di sekolah pada perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Pada topik ini juga akan menjelaskan
mengenai isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di
sekolah pada perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik terutama ketidaksetaraan
akses pendidikan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Penyebab belum
meratanya akses pendidikan di Indonesa salah satunya dari faktor sosial, budaya,
ekonomi, dan politik. Oleh karena itu, guru perlu merancang kegiatan
pembelajaran dengan memperhatikan isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan
pembelajaran di sekolah pada perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Hal
tersebut bertujuan agar peserta didik mendapatkan wawasan dan pengetahuan yang
luas.
Eksplorasi Konsep
Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik
ini?
Jawab:
Hal yang saya pelajari pada bagian eksplorasi konsep adalah memahami isu-isu
penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah pada perspektif sosial,
budaya, ekonomi, dan politik sangat penting dalam merancang
pembelajaran yang efektif. Bahkan guru juga dapat menentukan strategi, metode
dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai pendekatan Scaffolding pada "Zone of Proximal Development" (ZPD).
Setiap individu peserta didik memiliki latar belakang sosial, budaya, ekonomi,
dan politik yang beragam. Dalam mengatasi keragaman tersebut, guru perlu
merancang pembelajaran yang dapat berpihak pada peserta didik. Guru juga
berperan dalam memfasilitasi belajar peserta didik sesuai dengan kebutuhannya. Selain
itu, guru harus memberikan pendekatan Scaffolding untuk memberikan bantuan dan
bimbingan kepada peserta didik agar dapat memperluas ZPD. Setelah peserta didik memahami materi pelajaran, guru mengurangi dalam
pemberian bimbingan. Hal tersebut bertujuan agar peserta didik dapat belajar
secara mandiri.
Ruang Kolaborasi
Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam
ruang kolaborasi?
Jawab:
Pada bagian ruang kolaborasi, saya dan rekan-rekan belajar
mengenai pandangan kami terkait isu-isu penyelenggaraan
pendidikan dan pembelajaran di sekolah pada perspektif sosial, budaya, ekonomi,
dan politik. Salah satu permasalahan utama dalam pendidikan adalah
belum meratanya akses pendidikan di daerah 3T (Tertinggal,
Terdepan, dan Terluar). Ketidaksetaraan akses pendidikan mengakibatkan banyak
anak yang kurang mendapatkan pendidkan dan pembelajaran yang layak. Bahkan ekonomi
yang melemah mengharuskan anak-anak untuk bekerja membantu orang tua. Masyarakat
di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar)
juga masih banyak yang tidak memenuhi administrasi sebagai warga negara,
seperti tidak memiliki akta kelahiran, kartu keluarga, dan KTP. Diperlukan upaya
dari pemerintah, pihak sekolah, dan masyarakat untuk mengembangkan pendidikan
dan pembelajaran di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan,
dan Terluar). Selain itu, guru juga dituntut untuk siap menghadapi perubahan
pendidikan dan pembelajaran pada perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik
serta menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif.
Demonstrasi Kontekstual
Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual
yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?
Jawab:
Beberapa hal penting yang saya pelajari dari proses demonstrasi
kontekstual yang dijalani bersama kelompok antara lain: setiap anggota kelompok
belajar berdiskusi secara baik untuk berbagi ide dan pengetahuan agar
tercapainya tujuan bersama. Bahkan setiap anggota kelompok belajar menghormati
sesama teman, bekerja sama, dan menyampaikan pendapat saat melakukan kegiatan
presentasi. Selain itu, saya belajar menerima pendapat sesama anggota kelompok
mengenai isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di
sekolah pada perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam pendidikan
di Indonesia. Bahkan saya memahami bahwa tugas seorang guru tidak
hanya mengajar peserta didik, tetapi membimbing peserta didik dalam belajar
sesuai dengan kebutuhannya. Guru juga harus menentukan pendekatan, strategi,
metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding pada "Zone of Proximal Development" (ZPD)
agar pembelajaran dapat optimal.
Elaborasi Pemahaman
Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini?
Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal
sebelum pembelajaran dimulai?
Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?
Jawab:
Hal yang sudah saya pahami mengenai topik ini adalah terkait isu-isu
penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah pada perspektif sosial,
budaya, ekonomi, dan politik dalam pendidikan di Indonesia. Hubungan antara perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dapat mempengaruhi keberlangsungan pendidikan dan pembelajaran. Guru
juga dituntut untuk dapat merancang kegiatan pembelajaran yang menggunakan
pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai
Scaffolding pada "Zone
of Proximal Development" (ZPD). Seorang guru dalam mengajar menggunakan strategi, pendekatan, metode, dan
media yang beragam dan menarik agar mendorong partisipasi peserta didik dalam
belajar.
Hal baru yang saya pahami di awal sebelum pembelajaran dimulai adalah memperhatikan isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah pada perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam pendidikan di Indonesia. Guru berperan penting dalam memberikan bantuan, dukungan, dan bimbingan kepada peserta didik dengan memperhatikan latar belakang sosial, budaya, ekonomi, dan politik.
Beberapa hal yang ingin saya pelajari
lebih lanjut antara lain:
a. Menerapkan pembelajaran dengan memperhatikan isu-isu
penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah pada perspektif sosial,
budaya, ekonomi, dan politik dalam pendidikan di Indonesia.
b. Menyusun strategi, metode, pendekatan, materi, bahan ajar, dan asesmen
atau penilaian yang memperhatikan "Zone of Proximal Development" (ZPD),
latar belakang sosial, budaya, ekonomi, dan politik peserta didik yang beragam.
c. Memanfaatkan
teknologi pembelajaran yang sesuai dengan memperhatikan latar belakang sosial,
budaya, ekonomi, dan politik peserta didik. Hal tersebut bertujuan
agar memberikan pengalaman belajar pada peserta didik.
d. Memastikan bahwa setiap individu peserta didik telah mendapatkan akses yang sama dalam pendidikan dan pembelajaran.
Koneksi Antar Materi
Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun
dengan mata kuliah lain?
Jawab:
Hal yang saya pelajari pada bagian koneksi antar materi adalah
keterkaitan mata kuliah perspektif sosiokultural dengan mata kuliah lain
seperti pemahaman tentang peserta didik dan pembelajarannya, filosofi
pendidikan Indonesia, pembelajaran berdiferensiasi, prinsip pengajaran dan
asesmen, perancangan dan pengembangan kurikulum, praktik pengalaman lapangan, serta
projek kepemimpinan.
Dalam keterkaitan mata kuliah perspektif sosiokultural dengan mata kuliah
lain dapat memberikan pengetahuan mengenai isu-isu penyelenggaraan
pendidikan dan pembelajaran di sekolah pada perspektif sosial, budaya, ekonomi,
dan politik dalam pendidikan di Indonesia. Perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan
politik dapat mempengaruhi pendidikan dan pembelajaran. Bahkan guru dapat memperhatikan
latar belakang sosial, budaya, ekonomi, dan politik peserta didik yang
beragam agar mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung.
Aksi Nyata
Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru?
Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa
alasannya?
Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya
dengan optimal?
Jawab:
Beberapa manfaat pembelajaran
perspektif sosiokultural untuk kesiapan saya sebagai guru antara lain:
a. Saya dapat merancang kegiatan pembelajaran dengan memperhatikan perspektif
sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Bahkan dapat menentukan pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan
sebagai Scaffolding pada "Zone
of Proximal Development" (ZPD). Hal tersebut dapat mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik.
b. Saya dapat memperhatikan perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan
politik yang mempengaruhi pendidikan dan pembelajaran. Bahkan saya siap
menerima perubahan dan tantangan yang akan muncul dalam pendidikan serta
pembelajaran.
c. Saya
dapat memastikan peserta didik mendapatkan bantuan, bimbingan, dan dukungan
dalam belajar, serta peserta didik mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan
maupun pembelajaran.
Saya menilai kesiapan saat ini dalam skala 8. Adapun alasannya adalah
saya masih belajar mengenai materi perspektif sosiokultural dapat diterapkan
dengan baik saat kegiatan mengajar. Selain itu, saya perlu mendalami materi tingkat
lanjut dari berbagai referensi mengenai isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan
pembelajaran pada perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik.
Bahkan saya perlu memahami aspek sosiokultural dan ZPD peserta didik
dengan baik. Hal tersebut agar dapat menciptakan pembelajaran yang inklusif.
Beberapa hal yang perlu saya
persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal antara lain:
a. Saya berusaha memahami mengenai isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan
pembelajaran pada perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik
dalam pendidikan di Indonesia. Bahkan saya perlu memahami pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan
sebagai Scaffolding pada "Zone
of Proximal Development" (ZPD) secara mendalam baik dari buku, jurnal, internet, maupun referensi
pendukung lainnya.
b. Saya berusaha menerapkan pendekatan, strategi, metode, dan teknik
pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding dalam "Zone of Proximal Development" (ZPD)
saat kegiatan mengajar di kelas. Selain itu, dalam mengajar saya berusaha
memperhatikan latar belakang sosial, budaya, ekonomi, dan politik peserta didik
yang beragam.
c. Saya berusaha memberikan bantuan dan bimbingan kepada peserta didik
sesuai dengan "Zone
of Proximal Development" (ZPD) melalui
pendekatan Scaffolding. Bahkan saya memastikan peserta didik mendapatkan akses
yang sama dalam mengenyam pendidikan berdasarkan latar belakang sosial, budaya,
ekonomi, dan politik peserta didik.
d. Saya berusaha mengikuti berbagai pelatihan mengajar dan meningkatkan
kompetensi dengan memperhatikan isu-isu
penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran pada perspektif sosial,
budaya, ekonomi, dan politik. Bahkan merancang pendekatan,
strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding
pada "Zone of
Proximal Development" (ZPD).

.png)
Komentar
Posting Komentar